Langsung ke konten utama
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mengecam keras aksi penyiraman air keras yang menimpa seorang aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap aktivis merupakan ancaman serius bagi demokrasi serta penegakan hukum di Indonesia. Menurut Habiburokhman, peristiwa tersebut tidak hanya menyasar individu, tetapi juga dapat menciptakan rasa takut di kalangan masyarakat sipil yang selama ini berperan dalam mengawasi jalannya pemerintahan dan memperjuangkan hak-hak korban pelanggaran hak asasi manusia. Komisi III DPR RI, kata dia, mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan dan akuntabel. Ia menekankan bahwa pelaku harus diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku tanpa pandang bulu. “Perlindungan terhadap aktivis dan masyarakat sipil merupakan bagian penting dalam menjaga ruang demokrasi yang sehat di Indonesia. Negara tidak boleh kalah oleh aksi-aksi kekerasan yang mengancam kebebasan berekspresi dan kerja-kerja advokasi,” ujar Habiburokhman. Komisi III DPR RI juga meminta aparat kepolisian memberikan perhatian serius terhadap kasus ini serta memastikan keamanan bagi para aktivis yang memperjuangkan keadilan bagi masyarakat. Kasus penyiraman air keras tersebut dinilai harus menjadi momentum bagi penegak hukum untuk menunjukkan komitmen dalam melindungi kebebasan sipil serta menegakkan hukum secara tegas dan adil.
Komentar
Posting Komentar