Postingan

Konflik Timur Tengah Picu Ketidakpastian Energi, Pemerintah Kaji Efisiensi BBM

Layanan Imigrasi Tutup 18–24 Maret Saat Libur Nyepi dan Idul Fitri

Rismon Sianipar Minta Maaf ke Jokowi soal Polemik Ijazah, Tegaskan Dokumen Asli

Hasil Bologna vs AS Roma 1-1: Gol Federico Bernardeschi Dibalas Lorenzo Pellegrini, Duel Sengit Berakhir Imbang

Susunan Pemain LOSC Lille vs Aston Villa: Calvin Verdonk Cadangan, Preview dan Prediksi Skor Leg Pertama 16 Besar Liga Europa

70 Juta Anak Indonesia akan Dilindungi Lewat PP TUNAS

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Eks Menag Yaqut sebagai Tersangka Kasus Kuota Haji

Pasar 1001 Malam Digelar di Banda Aceh, Dorong Pemberdayaan UMKM

Real Madrid vs Man City: 10 Fakta Mengejutkan Duel 'Final Dini' Liga Champions

Susunan Pemain Leverkusen vs Arsenal: Preview dan Prediksi Laga 16 Besar Liga Champions

Komando Pusat Amerika Serikat atau United States Central Command (CENTCOM) pada Rabu (11/3) merilis rekaman video yang memperlihatkan serangan terhadap kapal Angkatan Laut Iran di sebuah lokasi yang tidak diungkapkan. Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari operasi militer bertajuk Operation Epic Fury. Dalam unggahan resminya, CENTCOM menyatakan bahwa operasi itu dilakukan untuk melemahkan kemampuan Iran dalam memproyeksikan kekuatan militernya di laut serta mengganggu jalur pelayaran internasional. Pernyataan yang dikutip dari Viory menyebutkan bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim lebih dari 50 kapal Angkatan Laut Iran telah hancur dalam rangkaian operasi tersebut. Sementara itu, Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa Angkatan Laut Iran kini dinilai tidak lagi efektif dalam pertempuran. Ia juga mengklaim kemampuan Iran untuk merespons serangan militer telah mengalami penurunan. Pernyataan tersebut menambah ketegangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Timur Tengah, terutama terkait keamanan jalur pelayaran internasional dan keseimbangan kekuatan militer di wilayah tersebut.

Korban Banjir Bandang Aceh Barat Mulai Tempati Huntara, Huntap Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Pemerintah Tunda Akses Anak di Bawah 16 Tahun ke Platform Digital Berisiko